Bacakan Amanat Panglima TNI, Danyonarmed 11 Kostrad Ingatkan Prajurit Tentang Medsos

Kostrad229 Dilihat

OKEBUNG – Saat menjadi inspektur upacara rutin bulanan setiap tanggal 17, Danyonarmed 11 Kostrad Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra, S.I.Pem membacakan amanat Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Untuk diketahui, seluruh prajurit Yonarmed 11/GG/2/2 Kostrad yang bermarkas di wilayah Kelurahan Gelangan, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Rabu, 17 April 2024, menggelar upacara tujuh belas. 

Upacara itu berlangsung di Lapangan Apel Makoarmed 11 Kostrad dengan di pimpin langsung oleh Danyonarmed 11 Kostrad. 

Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan itu, kepada Prajurit Perwira, Bintara dan Tamtama serta Pegawai Negeri Sipil menyampaikan rasa cintai dan bangga. 

Karenanya, sebagai insan yang beriman dan bertakwa, Panglima TNI mengajak semua organik militer dan PNS militernya untuk selalu memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Hal itu diungkapkan karena atas rahmat dan karunia-Nya, seluruh prajurit dan PNS militernya dapat kembali melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara dalam keadaan sehat wal’afiat.

“Pada kesempatan yang baik ini, serta masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Saya mengucapkan Minal ‘Aizin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin, kepada seluruh Prajurit, PNS dan keluarga besar TNI di manapun berada dan bertugas,” ujar Panglima dalam amanatnya dibacakan Danyonarmed 11 Kostrad. 

Dikatakannya, beberapa waktu belakangan ini disadari tentang sejumlah peristiwa terkait hukum yang melibatkan anggota TNI. Juga mengalami musibah terbakarnya fasilitas milik TNI. Serta berduka atas gugurnya prajurit-prajurit terbaik yang sedang melaksanakan tugas di Papua. 

Mengenai hal ini, Panglima TNI mengajak semua harus selalu bersikap hati-hati dan teliti dalam bertindak. Serta selalu menjaga kewaspadaan di manapun berada. 

Terkait media sosial, Panglima TNI mengingatkan kembali bahwa saat ini media sosial telah menjadi medan kritik. Sarana ini cenderung dijadikan sarana dalam mempengaruhi dan merebut opini publik. Penyebaran berita bohong (hoax) akan terus berlangsung, digunakan untuk memprovokasi, dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Menyikapi semua itu, kita harus lebih bijak dan cermat dalam menyikapi informasi yang berkembang. Jangan mudah terpengaruh oleh berita-berita di media sosial. Percayalah kepada pimpinan, karena dengan demikian kita akan tetap solid dan tidak terpecah belah,” tegas Panglima TNI. (Mz)