OKEBUNG |
Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sujarwo mendampingi dua Wakil Menteri Kabinet Merah Putih melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jumat (21/3/2025).
Dua Wakil Menteri yakni Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono serta Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri.
Untuk diketahui, kedatangan dua Wamen Merah Putih di Bantul ini untuk meninjau langsung Operasi Pasar Pangan Murah serta Gerakan Panen Padi dan Serap Gabah yang merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke PT Pos Indonesia Cabang Bantul, di mana rombongan meninjau langsung pelaksanaan operasi pasar.
Dalam kesempatan ini, Wakil Menteri Perdagangan RI menekankan pentingnya operasi pasar dalam menekan harga kebutuhan pokok selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah.
Adapun komoditi pangan yang dijual di operasi pasar murah kali ini yakni beras, minyak goreng, gula, telur dan daging. Sedangkan harga jual lebih terjangkau guna menjaga daya beli masyarakat.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian RI menegaskan bahwa pemerintah telah menginstruksikan agar sembako tersedia dengan stok yang cukup, baik di pasar tradisional maupun modern.
Operasi pasar ini merupakan hasil kerja sama lintas kementerian dengan PT Pos Indonesia, yang kini telah mengoptimalkan 4.800 cabang sebagai pusat distribusi sembako murah.
Setelah meninjau operasi pasar, rombongan melanjutkan kunjungan ke Bulak Kedon, Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, untuk melaksanakan Gerakan Panen Padi dan Serap Gabah.
Sementata itu, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta mengatakan bahwa Kabupaten Bantul memiliki peran strategis sebagai lumbung pangan DIY dengan luas sawah mencapai 13.991 hektar dan target produksi 34.546 hektar pada tahun 2025.
Pemerintah daerah juga telah menerapkan kebijakan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk lahan pertanian produktif, guna mencegah alih fungsi lahan.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian RI menekankan bahwa pemerintah akan terus mendukung sektor pertanian melalui perbaikan irigasi, distribusi pupuk yang lebih efisien, serta kebijakan harga gabah yang menguntungkan petani. Ia juga mengajak petani untuk meningkatkan produktivitas dengan menerapkan pola tanam cepat, sehingga panen dapat dilakukan hingga tiga kali dalam setahun.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan petani, pemerintah melalui Perum Bulog telah memastikan bahwa gabah akan diserap dengan harga minimal Rp6.500 per kilogram, sehingga petani tidak mengalami kerugian. Wakil Menteri Pertanian RI juga menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto, yang menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk melindungi petani, salah satunya dengan menjadikan Bulog sebagai pembeli langsung gabah petani, bukan dari tengkulak.
Diharapkan, upaya ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pangan di Indonesia. (Pen072/Pmk/Mz)