Bios 44 DC Atasi Pencemaran Lingkungan, Solusi Kelangkaan Pupuk Dan Tingkatkan Ekonomi

Kodam Siliwangi943 Dilihat

OKEBUNG|
Di hari kedua dalam rangkaian keliling wilayah, Pangdam III/Slw Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo yang didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Slw Ny. Mia Kunto Arief Wibowo beserta para pejabat utama Kodam yang juga masing-masing didampingi istri, mengunjungi PT. Talaga Unggas Bahagia dan PT. Sumber Maggot Bahagia di Desa Padahanteun Kec. Sukahaji Kab. Majalengka, Jawa Barat.

Hal tersebut dibenarkan Kapendam III/Slw Letkol Inf Adhe Hansen saat dikonfirmasi melalui saluran telepon, Minggu (20/11/2022).

Lanjut dikatakannya, kunjungan Pangdam di kedua PT tersebut dalam rangka meninjau langsung aplikasi pemanfaatan inovasi Kodam III/Slw Bios 44 DC yang telah disosialisasikan oleh Kodim 0617/Majalengka yang mana PT. Sumber Maggot Bahagia dalam pengolahan limbah kotoran ayam memanfaatkan Bios 44 DC.

Kepada awak media, Pangdam mengatakan nantinya apa yang dilakukan PT. Sumber Maggot Bahagia akan dijadikan sebagai sempel utama demplot proses percepatan penguraian limbah, yang mana output produknya bisa menjawab kelangkaan-kelangkaan pupuk yang kemudian berdampak pada percepatan produksi.

“Kita membangun komunikasi dari teknologi lokal serta melakukan pendampingan kepada rekan – rekan swasta sebagai pengelola serta Pemerintah Daerah, Kodam III/Slw terus mencari alternatif solusi di saat kita berdampak dari inflasi atau mungkin juga dampak dari global kita bisa mengatasi,” jelas Pangdam.

Ditambahkan Pangdam, Kodam III/Slw mempunyai teknologi biologi mikroba Bios 44 DC yang nantinya akan berkolaborasi dengan beberapa pihak pengelola dan diketahui oleh Pemerintah Daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Agus Adi Staf PT. Sumber Maggot Bahagia menjelaskan bahwa PT. Talaga Unggas Bahagia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri peternakan ayam petelur dengan sistem close house dengan mengedepankan bio security dan equipment yang baik serta didukung oleh SDM yang ahli di bidangnya, sementara PT. Sumber Maggot Bahagia bergerak di bidang budidaya maggot dan pengolahan limbah kotoran ayam.

“Dari industri peternakan ayam tersebut memiliki dua produk, ada produk telur dan kotoran, kotoran ayam ini masuk dalam kategori produk, karena memiliki nilai manfaat dan ekonomis, untuk pengelolaannya sendiri, kotoran ayam kami dibarengkan dengan budidaya maggot BSF atau Black Soldier Fly, maggot ini sebagai pengurai kotoran ayam menjadi pupuk kompos,” jelas Agus.

Selain produk pupuk kompos, sambung Agus, dalam membudidayakan maggot ini juga produk yang dihasilkan adalah press maggot, press maggot ini biasa dimanfaatkan untuk pakan alternatif ikan atau ayam.

Lanjut dikatakan Agus, untuk pengelolaan limbah atau kotoran ayam sendiri PT. Sumber Maggot Bahagia sudah mengaplikasikan produk Bios 44 yang berfungsi untuk menambah nutrisi dan mempercepat penguraian, sehingga maggot atau produksi yang dihasilkan lebih baik lagi.

Untuk aplikasi Bios 44 DC ke maggot, Agus menjelaskan dengan perbandingan 1 liter Bios DC 44 dicampur dengan 15 liter air biasa disemprotkan ke Biopond (tempat pembesaran maggot) tujuannya untuk lebih cepat mengurai pakan dan residu dan hasilnya maggot nampak lebih agresif dan ukurannya besar.

Lebih rinci Agus menjelaskan, manfaat Bios 44 DC pada kotoran ayam yaitu mempercepat proses penguraian, secara otomatis dampak baunya akan dilewati karena bau yang timbul itu bisa diredam dengan probiotik dari Bios, “Kalau kotoran ayam melalui fermentasi secara alamiah bisa memerlukan waktu 3 minggu namun dengan Bios 44 DC cukup 2 hari,” jelas Agus.

Dalam pengaplikasiannya Bios 44 DC terhadap limbah kotoran ayam, Agus menjelaskan kotoran ayam yang keluar dari kandang ayam sebelum masuk truk pengangkutan terlebih dahulu disemprot dengan Bios 44 DC dengan perbandingan 1 banding 15 liter air untuk 2 ton kotoran ayam dengan pola semprot sambil jalan menggunakan mesin kompayer sehingga cairan Bios 44 DC merata. (Pendam III/Siliwangi).