Cegah Bullying, Babinsa Brosot Penyuluhan di SDIT Mutiara Insani

OKEBUNG | Perundungan atau biasa disebut bullying merupakan tindakan penindasan yang sering dilakukan secara kelompok kepada seseorang yang dianggap lemah. Kasus perundungan ini sering terjadi di lingkungan sekolah atau di lingkungan sosial. 

Nah, untuk mencegah terjadinya kasus seperti di lingkungan sekolah, Babinsa Brosot Koramil 09/Galur, Kodim 0731/Kulon Progo, Serka Sumidi melakukan penyuluhan di lingkungan SDIT Mutiara Insani , Pedukuhan Jeronan, Kalurahan Brosot, Kapanewon Galur, Jumat (23/2/2024). 

Penyuluhan yang dilakukan oleh Serka Sumidi bersama dengan Bhabinkamtibmas Aiptu Didik Anuury. 

Menurut Babinsa Brosot, Serka Sumidi bahwa penyuluhan yang diberikan kepada siswa dan siswi SDIT Mutiara Insani yakni tentang pemahaman bullying. Siswa diberikan edukasi kepada anak-anak tentang bullying dan dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, keluarga, lingkungan sekolah maupun rumah.

“Kita edukasi mereka (siswa-siswi) dampak yang terjadi jika melakukan perundingan, supaya mereka tahu,” katanya. 

Serka Sumidi dan Bhabinkamtibmas tersebut juga memberikan beberapa contoh tentang bullying seperti intimidasi, ancaman, dan pengucilan. Meski tidak meninggalkan bekas fisik, tindakan-tindakan bullying tersebut tetap berdampak negatif terhadap kesehatan mental korban. 

Diakui oleh Serka Sumidi, bahwa kelompok yang melakukan bullying tidak muncul dengan sendirinya. Bisa jadi penyebabnya berasal dari lingkungan keluarga, sosial, maupun diri sendiri. 

Tapi ingat sambung Serka Sumidi, pelaku bullying dapat dikenakan hukuman karena termasuk tindak kejahatan. Karena itu, dia berpesan agar siswa dan siswi sekolah ini tidak melakukan bullying karena dapat merugikan teman, diri sendiri, keluarga dan lingkungan, serta dapat mengganggu proses belajar di sekolah. 
 
Lain lagi dengan Bhabinkamtibmas Brosot. Dalam penyuluhan tersebut, dia memberikan materi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan akibat yang dapat ditimbulkan mengkonsumsi maupun mengedarkan narkoba. 

Di hadapan siswa dan siswi SDIT tersebut, Aiptu Didik Anuury mengatakan menggunakan narkoba bisa menganggu kesehatan tubuh, merugikan diri sendiri dan keluarga.

“Yang lebih parah lagi, bisa berurusan dengan hukum karena penyalahgunaan narkoba dan obat-obat terlarang lainnya dilarang oleh Negara,” jelasnya.   

Untuk itu Aiptu Didik berpesan hindari penyalahgunaan narkoba. Terlebih sebagai generasi milenial yang akan menjadi penerus pembangunan bangsa. (Muiz)