Dampak Pencabutan Subsidi Dari Beberapa Jenis Pupuk, Babinsa Bantu Atasi Masalah Petani Jagung

OKEBUNG|
Babinsa Koramil 03/Sungai Pagu Kodim 0309/Solok, Peltu M Taufik Mosaria melaksanakan monitoring wilayah binaan dan pendampingan petani jagung Ibu Halijah dalam mengatasi kurangnya pasokan pupuk kimia bersubsidi yang berdampak pada kurang suburnya tanaman, bertempat di Jorong Ampalu, Nagari Alam Pauh Duo, Kec. Pauh Duo, Kab. Solok Selatan. Kamis, 24 November 2022.

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia. Selain memberikan kontribusi terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), sektor pertanian juga berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja terbanyak

Peltu M Taufik Mosaria menyampaikan tujuan pendampingan pada petani jagung ini yaitu, menjalin silaturrahmi dengan masyarakat di wilayah binaan dan mendata kendala yang dihadapai petani jagung karena pencabutan subsidi pupuk kimia pada beberapa jenis pupuk yang mengakibatkan petani mengalami kesulitan dalam pemberian pupuk dikarenakan pupuk mahal.

Lebih lanjut, kegiatan ini sekaligus memantau masyarakat petani palawija dalam mewujudkan food state di wilayah Kabupaten Solok Selatan.

“Seperti yang diketahui bahwa pupuk merupakan salah satu faktor produksi yang memiliki peran penting bagi produktivitas pertanian,”

Jika subsidi pupuk dikurangi dan menyebabkan harga ecerannya meningkat tentu akan berimbas pada penurunan keuntungan petani karena kenaikan harga eceran tersebut akan menambah biaya input petani,” tandasnya.

Harapannya adalah kebijakan yang dikeluarkan dapat benar-benar dirasakan oleh petani sehingga semua petani tidak akan kekurangan pupuk dan produktivitas pertanian tetap terjaga.