Dandim 0719/Jepara Dampingi Pj. Bupati Buka Pameran Nasional Karya Ulama Indonesia

OKEBUNG | Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) ke-2 menyelanggarakan Pameran Nasional Karya Ulama Indonesia 2022. Kegiatan ini diselenggarakan di Lapangan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dari 23 sampai 27 November 2022.

Kegiatan ini di buka langsung Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta, Rabu (23/11/2022) siang didampingi oleh Dandim 0719/Jepara Letkol Inf Mokhamad Husnur Rofiq, SIP, Kapolres Jepara AKBP Warsono.

Tampak hadir Wakil Ketua DPRD Jepara KH. Nuruddin Amin, Kasi Intel Kejari Jepara Rony Indra, Ketua Tanfizdiyah PCNU Jepara KH. Charis Rohman, Camat Bangsri, Petinggi Bangsri, perwakilan tokoh agama.

Dalam kesempatannya, Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta mengatakan, merupakan momen yang bagus untuk Jepara, karena bisa memperkenalkan Bumi Kartini ke manca negara.

Selain itu, sambungnya, kegiatan ini juga diikuti 1.700 peserta. Dari jumlah tersebut ada 37 negara asing yang turut berpartisapi, serta 50 peserta kongres berasal dari luar negeri

“Dengan adanya Pameran Nasional Karya Ulama Indonesia diharapkan mampu menekan inflasi,” kata Pj. Bupati Jepara.

Sementara itu, Ketua Panitia Hindun Anisah
menambahkan Pameran Nasional Karya Ulama Indonesia 2022 diikuti 120 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Bumi Kartini.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk mempromosikan produk unggulan daerah dan peluang investasi di Kabupaten Jepara pada khususnya dan daerah lain pada umumnya.

“Selain pameran produk UMKM ada juga pertunjukan seni musik, tari, hingga ketoprak Jepara,” ujarnya.

Lain lagi dengan Dandim Jepara. Menurutnya, ia mengapresiasi digelarnya Pameran Nasional Karya Ulama Indonesia ini. Pasalnya, melalui momentum ini, menjadi peluang besar dalam mengangkat produk lokal di tingkat manca negara.

“Tentu kami dari Kodim setempat mendukung kegiatan ini. Karena inilah momentum dalam menumbuhkan kembangkan ekonomi kerakyatan,” terangnya. (Jatmiko/Muz)

Sumber : Pendim 0719/Jepara