Danramil 08/PB Kodim 0208/Asahan Hadiri Rapat Koordinasi Rembug Stanting Tingkat Kecamatan Teluk Nibung

Tanjung Balai  |  Stunting merupakan masalah gizi kronis, yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam kurun waktu yang lama, hal ini Stunting terjadi karena asupan makanan kedalam tubuh tidak sesuai kebutuhan gizi yang diperlukan dan itu terjadi dari mulai di dalam kandungan serta baru terlihat setelah usia 2 tahun, dalam hal ini selain pertumbuhan tubuh terhambat, stunting juga dapat mempengaruhi perkembangan otak, mempengaruhi produktivitas, daya serap dan kreativitas di usia produktif anak. Dalam kesempatan ini seperti yang dilakukan oleh KOmandan Koramil (Danramil) 08/Pulau Buaya Kapten Arm Ediyantho jajaran Kodim 0208/Asahan turut serta menghadiri undangan Rembug Stunting Tingkat Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjung Balai, kegiatan tersebut yang dilaksanakan bertempat di Aula Kantor Camat Teluk Nibung Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjung Balai, Kamis (29/02/2024).

Dalam pelaksanaan kegiatan menghadiri undangan Rembug Stunting Tingkat Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjung Balai tersebut turut serta dihadiri oleh, Camat Teluk Nibung, Danramil 08/PB Kapten Arm Ediyantho, Kapolsek Teluk Nibung diwakili, Kapus Teluk Nibung, Kapus Rawat inap Sipori pori, Dinas Kesehatan kota Tanjung balai, Bapperida Kota Tanjung Balai, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Tanjung Balai, Lurah Se-Kecamatan Teluk Nibung, Kepling Se-Kecamatan Teluk Nibung, Ahli Giji, Bidan Kelurahan di Kecamatan Teluk Nibung, Satgas Stunting Kec Teluk Nibung dan Aparatur Kecamatan/ Kelurahan.

Kegiatan Rembuk Stunting ini sebagai langkah awal dalam merencanakan penanganan Stunting dan dalam rangka Penurunan angka Stunting diwilayah Kelurahan Tigaraja, dengan tujuan dilaksanakannya rapat ini adalah untuk meningkatkan komitmen para pengambil kebijakan dalam peningkatan stunting serta meningkatkan kemampuan Pemerintah Daerah dalam melakukan perencanaan, koordinasi, pemantauan, evaluasi dan sosialisasi serta komunikasi interpersonal dan konsistensi serta penetapan data masyarakat yang stunting, dalam rapat tersebut dijelaskan upaya penurunan stunting dapat dilakukan melalui dua intervensi, yaitu intervensi gizi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung dan intervensi gizi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung. Penurunan stunting memerlukan pendekatan yang menyeluruh, yang harus dimulai dari pemenuhan prasyarat pendukung.

Pada kesempatan tersebut Kapten Arm Ediyantho menyampaikan bahwa pelaksanaan rapat koordinasi penurunan stunting ini adalah untuk meningkatkan komitmen para pengambil kebijakan dalam peningkatan kasus stunting terhadap anak-anak, khususnya di wilayah Kecamatan Teluk Nibung, terangnya.