Danseskoau: Sebagai Komandan Harus Mampu Mengolaborasikan Teori, Praktek, dan Pengalaman

TNI AU744 Dilihat

OKEBUNG|
Peran Komandan menjadi sangat vital dalam menentukan keberhasilan tugas satuan, sehingga sebagai Komandan harus mampu mengolaborasikan antara teori dan praktek yang diterima selama pendidikan maupun kursus dengan pengalaman yang telah dilalui.

Hal ini disampaikan Danseskoau Marsda TNI Minggit Tribowo, S.I.P., saat memberikan pembekalan kepada peserta Kursus Komandan Satuan (Susdansat) TNI AU TA 2022 di Gedung Widya Mandala II Seskoau, Lembang, Bandung Barat. Selasa (22/11/2022).

Danseskoau mengatakan bahwa Susdansat TNI AU diselenggarakan sebagai upaya untuk memberikan pembekalan kepada Komandan dan calon Komandan Satuan baik teori dan praktek guna menghadapi berbagai kondisi dan situasi yang mungkin terjadi di satuan.

“Karakter seorang Komandan akan terbentuk ketika menghadapi suatu permasalahan dan dikatakan berhasil ketika survive melewati masalah tersebut tanpa efek negatif,” ujarnya seraya mengajak untuk tidak menghindar ketika menemukan masalah, tetapi gagah berani menghadapinya.

Pedoman menjadi seorang Komandan, lanjutnya, telah tertulis dengan jelas dan tegas dalam Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, dan 11 Azas Kepemimpinan.

“Itu adalah guidence kita untuk berpikir, bertindak, dan tetap pegang teguh pedoman tersebut agar mampu mengemban amanah sesuai aturan-aturan yang berlaku,” katanya.

Seperti dalam 11 Azas Kepemimpinan, katanya, hingga saat ini masih relevan dan sangat bagus untuk diterapkan, salah satunya “Tut Wuri Handayani” yaitu memberi teladan, mendorong, dan mengarahkan anak buah, yang berarti sebagai Komandan harus berani memberikan arahan dan koreksi, mampu menjadi role model, harus berani memotivasi anak buah untuk bekerja dengan baik serta meningkatkan kualitas diri.

Tidak kalah pentingnya anak buah sebagai aset penting satuan, kata Danseskoau, yang harus dibina untuk dapat mendukung secara maksimal dengan segala potensi dan talentanya demi kemajuan satuan.

“Profesionalisme anak buah merupakan tanggung jawab seorang Komandan untuk dapat dibina dengan baik,” ujarnya

Lebih lanjut disampaikan Komandan harus memiliki karakter yang baik sebagai syarat mutlat, karena berkaitan dengan sikap bertanggung jawab, disiplin, loyal, jujur, perhatian, responsif, dan berintegritas.

“Saya mengingatkan menjadi Komandan berarti menjadi atasan, bapak, dan rekan kerja yang artinya peran kita bisa dirasakan dan bermanfaat oleh semua pihak, ” jelasnya.

Sebelum mengakhiri pembekalannya, Danseskoau berharap kepada para peserta bahwa menjadi Komandan adalah sebuah amanah yang menuntut tanggung jawab besar, tidak hanya kepada satuan atau organisasi tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga amanah ini harus di kerjakan dengan tulus, ikhlas, dan sepenuh hati.