Diduga Jual Beras SPHP di Atas HET, Toko Happy Shop Salam Disoroti Publik Hingga Satgas Pangan

OKEBUNG | Tokoh Happy Shop di Dusun Kemiren Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, saat ini disoroti banyak masyarakat. Pasalnya, toko ini ditengarai menjual beras SPHP dari Bulog dengan harga di atas HET resmi pemerintah sebesar Rp 10.900 per kg.

Sejumlah masyarakat pun mempertanyakan keberadaan toko tersebut yang tega menjual beras subsidi di atas HET sebesar Rp 64.000 per karung ukuran 5 kg. Padahal beras SPHP ini di gelontor Bulog guna menekan harga beras di pasaran yang melonjak naik.

“Kami warga minta pemerintah atau Satgas Pangan dan Bulog untuk menindak toko ini karena sudah mengambil keuntungan di tengah situasi harga bahan pangan naik menjelang lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah,” kata sejumlah warga yang minta namanya di lindungi namun mengetahui langsung di Happy Shop ini menjual harga beras SPHP di atas HET.

Para warga ini juga mengetahui toko yang beralamat di Kemiren menjual SPHP di atas HET melalui promosi di WA grup milik Happy Shop yang diunggah adminnya atas nama Thiya.

“Kami terkejut saat melihat promosi di WA grup Happy Shop menjual beras SPHP seharga Rp 64.000 per karung 5 kg. Admin Happy Shop juga mengunggah video saat menurunkan ratusan karung beras SPHP dari mobil pikup ukuran karung 5 kg,” jelas warga yang lagi-lagi minta namanya tidak ditulis.

Selain menyoroti toko nakal itu, warga juga mempertanyakan keberadaan Satgas Pangan daerah ini yang dinilai lamban bergerak menertibkan pedagang-pedagang yang menjual beras subsidi dengan harga lebih mahal dibanding harga resmi.

Untuk diketahui, pemerintah menjual beras SPHP dengan harga Rp 10.900/kg atau Rp 54.000/5 kg. Namun dia terkejut saat hendak membeli beras, ada pedagang yang mematok harga di atas HET.

“Ini kok beras subsidi ada yang menjual lebih mahal. Makanya kami tidak jadi membeli dan minta agar Satgas Pangan turun mengendalikan oknum pedagang nakal seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, saat pihak Bulog Cabang Magelang ditanya mengenai oknum pedagang menjual beras SPHP di atas HET, mengakui jika hal itu salah satu bentuk penyalahgunaan beras subsidi.

“Laporkan saja ke Satgas Pangan Polri. Biar Satgas Pangan yang menindak,” ucapnya.

Pemilik toko Happy Shop saat hendak dikonfirmasi, tidak berada di tempat. Sehingga sampai saat ini belum diketahui alasan oknum ini menjual beras SPHP di atas HET.

Sedangkan Kabag Ops Polresta Kompol Eko yang di konfirmasi terkait keberadaan toko penjual beras SPHP di atas HET, juga mengakui jika praktek tersebut menyalahi aturan.

“Silakan ke Reskrim Polresta Magelang aja Pak. Laporkan toko itu,” ucap Kompol Eko ditemui di acara buka bersama di Astos, kemarin.

Yang menjadi tanda tanya, saat wartawan konfirmasi sejatinya, tidak perlu diminta melapor karena informasi dari wartawan itu sejatinya bisa langsung ditindaklanjuti tanpa harus melakukan laporan resmi. (Muhiz)