Hadiri Rembuk Stunting Dilakukan Personel Jajaran Kodim 0208/Asahan Dukung Pemerintah Atasi Stunting Di Indonesia

Tanjung Balai  |  Stunting atau yang biasa dikenal dengan kurang gizi masih banyak ditemui di Indonesia. Mengatasi hal itu dalam kesempatan ini seperti yang dilakukan oleh Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 17/Datuk Bandar jajaran Kodim 0208/Asahan Serma IK Siahaan turun kewilayah binaan untuk turut serta melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting di Kelurahan Sijambi diwilayah binaan, kegiatan tersebut yang dilaksanakan bertempat di Jalan Sudirman Kelurahan Sijambi Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjung Balai, Rabu (21/02/2024).

Dalam pelaskanaan kegiatan Rembuk Stunting tersebut turut serta dihadiri oleh, Lurah Sijambi Bapak Ari Wiyoga Bramantyo S STP, Kasi PMK Bapak Zulkifli, Ibu Ernita S km, Ibu Leni br Sinaga Am keb, Pegawai Kelurahan Sijambi, Ibu Novita Sari PLKB, Ibu Mayanan dari Gizi Puskesmas Datuk Bandar, Ibu Pengurus PKK, seluruh Kepling Kelurahan Sijambi dan Masyarakat Kelurahan Sijambi.

Dalam kegiatan rapat stunting pengawalan dan mengevaluasi pelaksanaan pendamping keluarga di telah melakukan langkah Cepat penanganan dan pencegahan hal tersebut. Babinsa Serma IK Siahaan mengatakan penanganan stunting dapat dimulai dari pemetaan sasaran secara partisipatif terhadap warga yang terindikasi perlu mendapat perhatian dalam penanganan stunting oleh kader pemberdayaan yang ada di wilayah. “Melalui Rembuk Stunting Desa, seluruh pemangku kepentingan merumuskan langkah-langkah yang diperlukan dalam upaya penanganan stunting termasuk bekerja sama dengan dinas layanan terkait,” ujarnya.

Dukungan ini dalam upaya penurunan stunting antara lain melalui pengaktifan kegiatan yang bisa dilakukan oleh unsur desa, beberapa kegiatan tersebut seperti pembangunan atau rehabilitasi Poskesdes, Polindes dan Posyandu, penyediaan makanan sehat untuk peningkatan gizi balita dan anak, perawatan kesehatan untuk ibu hamil dan menyusui, kegiatan ini bertujuan agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal, dengan kemampuan sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, sehingga anak-anak yang cerdas karena untuk menjadi generasi penerus bangsa, pungkasnya.