Ironis, Penemuan Mayat Anak Dibawah Umur Ternyata Korban Tawuran

Headline57 Dilihat

OKEBUNG | Sungguh ironis, ternyata penemuan mayat anak dibawah umur pada Selasa, 6 Februari 2025 sekira pukul 05.30 WIB di Jalan Raya Payaman-Windusari, Dusun Karangboyo, Desa Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang adalah korban tawuran antar belajar. 

Hal itu terungkap saat gelar konferensi pers Kapolresta Magelang, Kombes Pol Mustofa di Ruang Media Center Polresta Magelang, Kamis (8/2/2024).

Hadir mendampingi Kapolresta, yakni Kasat Reskrim Kompol Rifeld Constantine Baba dan Kasi Humas AKP Prapta Susila. 

Menurut Kapolresta Magelang, korban meninggal dunia yang mayatnya ditemukan itu berinisial DP (15), warga Desa Pirikan, Kecamatan Secang dan satunya lagi berinisial MAS (15), mengalami luka berat warga Desa Candisari Secang. Keduanya berstatus pelajar SMP Negeri 2 Secang. 

Dijelaskan Kapolresta Magelang, kedua korban merupakan korban kekerasan akibat tawuran yang dilakukan oleh terduga pelaku berinisial RH (16) warga Kecamatan Mertoyudan, MDS (15) dan RLA (15) keduanya warga Kecamatan Bandongan. 

“Satu pelaku dewasa berinisial PAM (20 ) warga Kota Magelang. Pelaku ini yang membacok korban anak dengan senjata jenis celurit,” kata Kombes Pol Mustofa.

Adapun modis kejadian lanjut Kapolresta, para pelaku emosi karena ditantang gasperan (tawuran dengan alat gasper/kepala ikat pinggang berbahan logam) melalui live IG (Instagram). Karena ditantang itu, kedua kelompok sepakat beradu di lokasi yang ditentukan di Jalan Raya Payaman-Windusari, Senin (5/2/2024) pukul 23.30 WIB.

“Pertikaian terjadi mengakibatkan satu anak korban meninggal dunia. Dan satu lagi mengalami luka berat dan masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Salatiga,'” jelas Kapolresta. 

Kapolresta Magelang pimpin konferensi pers kasus penemuan mayat anak dibawah umur. (Ft. HMS)

Sementara korban anak meninggal dunia setelah ditemukan warga, pihak kepolisian membawa jenazah ke RSUD Muntilan untuk diautopsi. 

Para pelaku diancam Pasal 80 Ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun dan atau denda sebesar Rp 3.000.000.000.

Kapolresta Magelang mengingatkan kepada orang tua untuk mengawasi anak-anaknya mengingat kejadian ini merupakan kejadian ke tiga di wilayah hukum Polresta Magelang. 

“Para pelaku kebanyakan anak di bawah umur dan diawali tantangan lewat medsos. Mari kita awasi pergaulan anak-anak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga berurusan dengan hukum,” pungkas Kombes Pol Mustofa. (Muiz)