Kodim 1608/Bima Beri Bantuan Makanan Pokok dan Air Mineral Bagi Korban Kebakaran di Kecamatan Sape

Kodam 9 Udayana246 Dilihat

BIMA|
Kodim 1608/Bima memberikan bantuan berupa paket sembako kepada warga korban kebakaran di Dusun Rato Rt. 03 Rw.02 Desa Sangia Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Minggu (7/04/2024).

Adapun bantuan dari Kodim 1608/Bima yang dipimpin oleh Letkol Inf Andi Lulianto, S.Kom., M.M. tersebut yaitu berupa bahan-makanan pokok Dimana bantuan ini disalurkan kepada warga melalui Kasdim 1608/Bima Mayor Inf Asep Okinawa didampingi Danramil 03/Sawah Sape Lettu Inf Ruslin, diterima langsung oleh perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Bima dan Camat Sape Muhammad Akbar, SP, M.Si.

“Kami hadir disini mewakili Dandim 1608/Bima, bermaksud untuk membantu warga yang terkena musibah. Ini sebagai wujud kecintaan dan perhatian kami kepada warga. Karena derita warga merupakan derita kami”, ungkap Kasdim.

Selanjutnya Kasdim 1608/Bima menyampaikan atas nama Komandan Kodim dan seluruh anggota, kami keluarga besar Kodim 1608/Bima, turut prihatin atas musibah kebakaran tersebut, kami memberikan bantuan sebagai bentuk sosial dan kemanusiaan.

“Kami berharap korban yang tertimpa musibah tetap sabar dan tabah serta kuat dalam menjalani ujian ini. Ambil hikmah dari kejadian ini, selalu semangat dan bangkit kembali,” pungkas Kang Asep sapaan akrab Kasdim.

“Semoga bantuan kami bisa sedikit meringankan beban para warga,” imbuhnya.

Atas bantuan dan perhatian tersebut, warga menyambut dengan suka cita. Melalui Camat Sape, warga menyampaiakan ungkapan rasa terimakasih mereka kepada Jajaran Kodim 1608/Bima.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Danramil 1608-03/Sape, Ketua Persit Ranting 04- Sape, para Babinsa Koramil 1608-03/Sape.

Sebagai informasi bahwa pada hari Sabtu, tanggal 06 April 2024 Pukul 10.15 wita telah terjadi Kebakaran diduga karna konsleting arus pendek listrik, dengan kerugian 9 unit rumah panggung 12 tiang rata dengan tanah dan 4 unit rumah rusak berat.

Musibah ini membuat 28 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Mereka pun harus tinggal di tenda tenda darurat dan sebagian ada yang mengungsi sementara waktu di rumah kerabat.

(MLN)