Komandan dan Prajurit Yonif 5 Marinir Ikuti Upacara Bendera 17-an

Marinir, TNI AL100 Dilihat

Okebung

TNI AL, Dispen Kormar (Sidoarjo). Dalam rangka menjunjung tinggi sikap nasionalisme, Komandan Batalyon Infanteri 5 Marinir Letkol Marinir Ahmad Fauzi, M.Tr.Opsla beserta prajuritnya mengikuti Upacara Bendera 17-an yang dilaksanakan di lapangan apel Kesatrian Marinir R. Suhadi Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. Rabu (17/04/2024).

Pada Upacara Bendera 17-an yang diikuti seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Brigif 2 Marinir tersebut, bertindak sebagai Inspektur Upacara Komandan Brigif 2 Marinir Kolonel Mar Arip Supriyadi, S.H., M.M., M.Tr.Hanla dan Komandan Upacara Lettu Marinir M. Syaiful Jihad yang diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih pembacaan UUD 1945, pengucapan Sapta Marga dan pembacaan Panca Prasetya Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia).

Pada kegiatan tersebut Danbrigif 2 Marinir membacakan amanat Panglima TNI pada Upacara Bendera 17 bulan April 2024 bahwa dalam menyikapi terkait informasi media sosial yang berkembang, tentu kita harus lebih bijak dan cermat, jangan mudah terpengaruh dan yang paling utama lebih percaya kepada pimpinan, karena dengan demikian kita akan tetap solid dan tidak terpecah belah.

Dalam amanatnya Panglima TNI juga menjelaskan bahwa di tahun 2024 ini merupakan tahun politik, dengan masih akan diselenggarakannya Pilkada serentak, terkait dengan hal tersebut, netralitas TNI adalah prinsip yang harus dijaga oleh seluruh prajurit TNI, jika TNI terlibat dalam kegiatan politik, maka hal ini dapat menimbulkan konflik kepentingan dan dapat mengganggu tugas pokok TNI.

Pada kesempatan tersebut Danyonif 5 Marinir Letkol Marinir Ahmad Fauzi, M.Tr.Opsla turut menyampaikan beberapa penekanan dari amanat Panglima TNI yang harus dipedomani dalam setiap pelaksanaan tugas, yakni dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, pegang teguh Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan 8 Wajib TNI, meningkatkan kehati-hatian, ketelitian, kewaspadaan dalam pelaksanakan tugas, selalu bijak dan cermat, jangan mudah terprovokasi dalam menyikapi informasi yang berkembang, terutama oleh berita-berita di media sosial yang belum terjamin kebenarannya, serta setiap prajurit dan PNS TNI harus menjadi energi dan solusi bagi kinerja organisasi TNI, guna mewujudkan TNI yang Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif.