Komandan Pasmar 2 Dampingi Irkormar Tinjau Uji Fungsi Ransus Opleger

Marinir, TNI AL19 Dilihat

Okebung

TNI AL, Kormar (Surabaya). Komandan Pasmar 2 Brigjen TNI (Mar) Suherlan mendampingi Inspektur Korps Marinir (Irkormar) Brigjen TNI (Mar) Cecep Ruhiat meninjau uji fungsi Ransus Opleger di Daerah Latihan Bukit Bantolo Karangpilang Surabaya. Kamis (17/11/2022).

Pada uji Fungsi Ransus Opleger ini, juga dihadiri Koorsahli Kormar Kolonel Marinir Nanang Puswoko, Aslog Dankormar Kolonel Marinir Tri Subandiyana, Danmenkav 2 Marinir Kolonel Marinir M. Rizal, para Asisten Danpasmar 2, Letkol Laut (T) Marsudi dari Disfaslanal dan Kasi Verjamutu Subdis Verifikasi Dislaikmatal Letkol Marinir Ahmad Supriyadi beserta Tim, serta perwakilan dari PT. Aweco Indosteel Perkasa bapak Moses beserta Tim.

“Uji fungsi ini merupakan satu rangkaian dari proses pengadaan Disfaslanal terkait pengadaan Ransus Opleger atau kendaraan pengangkut Tank, yang akan di uji fungsi dari Dislaikmatal. Diharapkan dengan uji fungsi ini kita bisa mengetahui hasil dari pengadaan, dari uji lapangannya, fungsinya dan perlengkapan yang ada, sehingga bisa dipakai di lapangan sesuai yang diharapkan para pimpinan maupun dari Mabes TNI AL”, kata Letkol Laut (T) Marsudi.

Sementara itu, Kasi Verjamutu Subdis Verifikasi Dislaikmatal Letkol Mar Ahmad Supriyadi mengatakan bahwa protokol prosedur kelayakan yang diuji meliputi kemampuan keselamatan safety belt, pemadam kebakaran, anti selip Roda Tank, sistem dukungan kemampuan gerak dimulai dari sistem pendingin, transmisi, kemudi dan suspensi roda, kelompok penyedia tenaga listrik mulai dari accu, dinamo ampere, motor starter, lampu-lampu indikator di dashboard, badan rantis mulai dari plat dimensinya Opleger, kapasitas Opleger Landing Gearnya, tangki bahan bakar dan cadangan, aksesoris untuk Tool Boxnya, keranjang jerigennya, untuk uji fungsinya ada uji statis di tempat, menarik Ranpur dinaikkan ke Opleger, uji gerak melingkar zigzag di tempat dan gerak mundur.

Sedangkan Irkormar menyampaikan bahwa keinginan dan kebijakan dari Komandan lebih mendasar, bahwa uji fungsi ada yang lulus dan ada yang tidak lulus, Dankormar tidak mau hanya formalitas, uji fungsi agar dilaksanakan dengan sunguh-sungguh sesuai kriteria, kalau memang bagus ya bagus, kalau jelek ya jelek, kalau ada hal menonjol dibanding material sebelumnya agar disampaikan, sehingga penilaian dari pimpinan kita lebih objektif, laksanakan uji fungsi dengan faktor keamanan menjadi yang utama.