Komandan Puspenerbal Narasumber Talkshow Edukasi Kesehatan dan Pembentukan Karakter HUT ke-77 YHT

TNI AL669 Dilihat

TNl AL-Puspenerbal (9/1/2024).
Komandan Pusat Penerbangan TNl Angkatan Laut (Danpuspenerbal) Laksda TNl Sisyani Jaffar menjadi narasumber dalam Talkshow Edukasi kesehatan dan pembentukan karakter yang digelar Yayasan Hang Tuah (YHT) yang diikuti ribuan peserta secara online dan offline di Gedung Serbaguna, SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo, Selasa (9/1/2023).

Talkshow bertajuk “Edukasi kesehatan dan pembentukan karakter untuk satuan pendidikan yang profesional, berkualitas dan mandiri bagi generasi emas yang unggul berjiwa bahari” ini, digelar YHT dalam rangka HUT ke-77 YHT tahun 2024.

Ketua Umum YHT Laksda (Purn) Dr. Dani Achdani, selaku Keynote Speaker membuka jalannya talkshow yang menampilkan tiga Narasumber utama yakni, Komandan Puspenerbal, Laksda TNl Sisyani Jaffar, S.M, Spesialis THT, Laksma TNl (Purn) dr. Sulantari, Sp.T.H.T., B.K.l., dan Dosen Universitas Negeri Malang, Prof.Dr. Umy Dayati.

Sementara itu peserta yang mengikuti Talkshow tersebut terdiri dari 150 Kepala Sekolah dan Guru YHT Surabaya, 961 Kepala Sekolah dan guru jajaran Hangtuah seluruh Indonesia serta 7.798 perwakilan siswa dari sekolah jajaran YHT seluruh Indonesia melalui sambungan zoom meeting/live youtube.

Tampil sebagai Narasumber pertama, Komandan Puspenerbal memaparkan materi berjudul “Pembentukan karakter generasi unggulan Indonesia
yang berjiwa bahari demi menyongsong
Indonesia Emas 2045”.

Menurut Danluspenerbal, pemimpin adalah seorang yang memiliki kemampuan mengatur jalannya suatu sistem dan memberi pengaruh serta mengarahkan kepada orang-orang yang ia pimpin sehingga dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan.

Kepemimpinan kata Sisyani -sapaan akrab Danpuspenerbal ini- dapat dimulai dari hal yang terkecil, yaitu memimpin diri sendiri selanjutnya memimpin grup, kelompok, dan organisasi di sekolah terus berkembang ke organisasi yang lebih besar lagi.

Sejarah bangsa ini lanjutnya, terbentuk dari sebegitu besarnya perannya para pemuda dalam mewujudkan kemerdekaan dan membentuk negara Indonesia, yang ketika itu usianya masih terbilang belia dan kebanyakan berstatus siswa.

Seperti misalnya organisasi pelajar pertama Indonesia yang selanjutnya menjadi motor penggerak munculnya Sumpah Pemuda tahun 1928, yaitu organisasi Budi Utomo. Dari embrio inilah bangsa Indonesia dapat bangkit dan bisa merdeka seperti saat ini.

Berkaitan dengan karakter manusia terangnya, bukan berasal dari sesuatu bawaan sejak lahir, namun lebih kepada bentukan dari lingkungan hingga orang-orang yang ada di sekitarnya.

Menurutnya, Indonesia sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia harus mampu membangun karakter kuat generasi penerusnya untuk tidak memunggungi lautan (berjiwa bahari). Karena dua per tiga wilayah kedaulatan kita adalah lautan, maka sangatlah wajar jika kita harus mampu menjaga, mengelola, melestarikan dan menjadikan wilayah teritorial tersebut sebagai sumber untuk mencapai kejayaan negara.

Indonesia ungkapnya, diharapkan akan mencapai masa keemasan pada tahun 2045 tepat saat usia kemerdekaan mencapai 100 tahun. “Salah satu peran nyata yang dapat diberikan oleh generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 adalah memberi inspirasi kepada generasi muda lainnya untuk dapat belajar dan berkarya sebaik mungkin,” pungkasnya.

Danpuspenerbal berpesan agar siswa SMA di YHT menghindari hal hal yang negatif, seperti menjauhi rokok, minuman keras, narkoba, pornografi, pergaulan bebas, yang akan berpengaruh buruk bahkan merusak generasi muda bangsa.

“Fokus untuk terus belajar, dekatkan diri dengan Sang Pencipta melalui ibadah dan berdoa, tambah wawasan dan asah terus keterampilan diberbagai bidang, sehingga nanti siap menerima estafet kepemimpinan bangsa ini,” pungkasnya.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Anggota Pengawas Pusat YHT Laksma (Purn) Nanang Eko Ismurdianto, Kabidbang Pusat YHT Kol (Purn) Zaenal Abidin Irawan, Ketua Pengurus Cabang Surabaya Yayasan Hang Tuah Kolonel Laut (KH) Suryanto Hadiwidodo, dan pejabat YHT lainnya.