Kopral Surbakti: Dari Prajurit TNI Menjadi Raja Salak di Deli Serdang

SIDIKALANG|
Kopral Purnawirawan Surbakti, 54 tahun, telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk negara sebagai anggota TNI. Setelah 30 tahun bertugas, beliau pensiun dan memilih untuk menikmati masa tuanya dengan berkebun salak di Dusun I Desa Kuta Mbelin, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Berbekal tekad dan kerja keras, Kopral Surbakti berhasil mengubah lahan seluas 6 rante menjadi kebun salak yang subur. Kini, beliau panen 600 kg buah salak per 10 hari.

“Awalnya saya coba-coba tanam salak, ternyata hasilnya memuaskan,” kata Kopral Surbakti. “Sekarang, salak saya sudah dipasarkan ke berbagai tempat di Deli Serdang dan sekitarnya.”

Keberhasilan Kopral Surbakti menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya yang akan pensiun dari TNI. Sertu Ibrahim Barus, Babinsa Koramil 02/Sidikalang, yang berkunjung ke kebun salak Kopral Surbakti, mengatakan, “Kisah Kopral Surbakti menunjukkan bahwa pensiun bukan berarti akhir dari segalanya. Kita masih bisa berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.”

Kopral Surbakti tidak hanya sukses berkebun salak, beliau juga aktif di berbagai kegiatan sosial di desanya. Beliau menjadi contoh bagi masyarakat bahwa purnawirawan TNI dapat menjadi anggota masyarakat yang produktif dan bermanfaat.

Kopral Purnawirawan Surbakti:
Lahir di Bekal Desa Pancur Batu Medan, Sumatera Utara, 54 tahun yang lalu

Mengabdi di TNI selama 30 tahun
Pensiun dengan pangkat Kopral
Memiliki kebun salak seluas 6 rante di Dusun I Desa Kuta Mbelin, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara

Panen 600 kg buah salak per 10 hari
Menjual salak ke pasar dengan harga Rp 5.000 per kilogram

#Aktif di berbagai kegiatan sosial di desanya#

Kisah Kopral Purnawirawan Surbakti menunjukkan bahwa pensiun bukan berarti akhir dari segalanya. Dengan tekad dan kerja keras, purnawirawan TNI dapat menjadi anggota masyarakat yang produktif dan bermanfaat.

Red