Mengaku Tak Diberi Makan Walikota, Oknum Petugas Parkir Naikkan Tarif Sepihak

OKEBUNG | Ironis, momentum bulan puasa Ramadhan dan menjelang lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah, justru dimanfaatkan oleh sejumlah tukang parkir meraup untung dengan rela mengabaikan aturan retribusi resmi dari Pemerintah Kota Magelang. 

Seperti yang dilakukan oleh oknum petugas parkir kawasan Alun-Alun Kota Magelang. Kantong parkir sebelah selatan Alun-Alun tepatnya depan Makopolres Magelang Kota. Di lokasi itu terpantau oknum parkir nekat menarik jasa parkir Rp 3.000 per sekali parkir untuk roda dua sepeda motor dan Rp 5.000 kendaraan roda empat. 

Parahnya lagi, oknum petugas tersebut tidak menggunakan karcis parkir resmi dari Pemkot Magelang. Bahkan dia mengaku menaikkan tarif secara sepihak lantaran tidak diberi makan oleh Walikota Magelang dan tidak takut jika dilaporkan terkait aksi nakalnya itu. 

Praktek menaikkan tarif parkir sepihak oleh oknum petugas parkir terungkap saat salah seorang pengunjung Alun-Alun berinisial MIS (44), pada Minggu, 7 April 2024 malam sekira pukul 22.00 WIB hendak mengambil sepeda motornya di kantong parkir depan Polres Magelang Kota. Saat MIS menyerahkan uang Rp 5.000 ke petugas parkir perempuan mengenakan rompi orange. Namun oknum tersebut hanya mengembalikan Rp 2.000.

“Loh kok parkirnya Rp 3.000 bu,” tanya MIS. 

“Memang Rp 3.000,” jawab perempuan yang jaga parkir malam itu sembari menjauh dari MIS. 

Namun, MIS tetap menanyakan dasar oknum tersebut menaikkan biaya tarif dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.000 untuk sepeda motor. Hingga menanyakan karcis parkir. Sayangnya, perempuan paruh bayah itu mengaku tidak punya karcis karena habis. Juga menolak mengembalikan uang kembalian sebesar Rp 3.000. 

“Ibu itu baru mengembalikan sisa pengembalian Rp 1.000 setelah saya bilang, ibu..! Hati-hati dengan uang parkir. Jangan main-main karena menaikkan tarif sepihak itu pungli karena merugikan Pemkot dan masyarakat,” cerita MIS kepada media ini di lokasi parkir malam itu. 

Selain MIS, sejumlah pengunjung malam itu dikenakan biaya parkir Rp 3.000 per sepeda motor sekali parkir dan mobil Rp 5.000. Terkait praktek tak terpuji itu, baik MIS dan pengunjung lain meminta Walikota Magelang dr Azis, turun tangan menertibkan oknum parkir yang bakal. Pasalnya, aksi ini merugikan masyarakat dan Pemkot setempat. Dan diyakini penarikan biaya tarif tanpa karcis tidak disetir kepada Pemkot Magelang melainkan dikantongi sendiri. 

“Walikota dr Azis, harus turun tangan menertibkan oknum-oknum petugas parkir seperti ini. Bila perlu dipecat, karena ini sudah bukan dugaan melainkan fakta terjadi di lapangan,” tegas MIS dan beberapa pengunjung lain yang mengaku kecewa. 

Mereka minta ketegasan Walikota, karena petugas Dishub dan Satpol PP dinilai lemah dalam melakukan pengawasan keberadaan petugas parkir seperti ini. 

Sementara itu, perempuan berbaju rompi petugas parkir yang ditanya alasan menaikkan tarif sepihak, mengaku tidak takut dengan Walikota. 

“Laporkan aja ke Walikota, saya tidak takut. Saya juga tidak pernah diberi makan Walikota. Karcis juga habis ini,” jawabnya lantang seolah menantang Walikota. (Muhiz)