Pangdam Jaya:Ledakan dan Kebakaran Gudang Peluru Yonarmed Tidak Ada Korban Jiwa

Headline, Kodam Jaya2957 Dilihat

JAKARTA|
Pangdam Jaya Mayjen TNI Mohamad Hasan menegaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ledakan dan kebakaran di Gudang Amunisi Artileri Medan (Armed) TNI di Gunung Putri, Bogor, Sabtu (30/3/2024) malam.

Lokasi gudang peluru di perbatasan antara Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tepatnya di Kampung Parung Linang, Desa Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Tidak ada korban jiwa, itu kami tegaskan tidak ada korban jiwa walaupun saat ini memang kami tidak bisa masuk langsung ke lokasi karena masih ada kerawanan dan ledakan-ledakan kecil,” jelas Mayjen Muhamad Hasan kepada wartawan di sekitar lokasi kejadian.

Pangdam Jaya memastikan, sistem pengamanan di gudang peluru Armed Kodam Jaya tersebut sangat profesional serta menjaga kondisi permukiman warga. Diungkapkannya, lokasi berada di bunker dan di atasnya ada tanggul-tanggul yang mengamankan kalau ada ledakannya ke samping.

“Tetapi kalau ke atas mungkin bisa menyebar sampai ke beberapa tempat. Tapi kami pastikan bahwa prosedur maupun sistem ini sudah sedemikian rupa sehingga kalau ada ledakan seperti ini diperkirakan akan aman,” ujar Pangdam Jaya.

Diberitakan sebelumnya,gudang peluru milik Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 07/155 GS Kodam Jaya di Gunung Putri terbakar disusul ledakan beruntun.

Sementara itu Kadispenad Brigjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan pihaknya tidak menduga peristiwa kebakaran tersebut bisa terjadi, karena seluruh upaya antisipasi telah disiagakan.

Dijelaskannya, gudang amunisi memang sudah didesain untuk menyimpan amunisi-amunisi berbagai jenis kaliber sesuai peruntukannya. “Ada tanggulnya yang bisa menahan itu, kemudian sudah didesain juga dengan alat pemadam kebakaran, kemudian tempat penyimpanannya mulai dari yang amunisi terbarunya, pengatur suhunya dan segala macamnya ada di gudang amunisi itu,” jelas Kadispenad kepada wartawan.

“Jadi kita akan cek secara detail apa sih penyebanya, baru kita sampaikan ke publik. Apa saja penyebabnya,” tandasnya. (indonesiamaritimenews.com)

Foto: grup wa