Penutupan Jalan Tikus Atau Jalan Tidak Resmi di Perbatasan Indonesia – Malaysia

Kostrad1032 Dilihat

Jakarta. Penutupan jalan tikus itu digali sekitar pukul 12.00 WIB, Kamis, untuk mengantisipasi penyelundupan baik dari Malaysia maupun Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI – Malaysia Yonarmed 10 Kostrad Mayor Arm Ady Kurniawan, M. Han. dalam rilis tertulisnya di Makotis Badau, Kecamatan Badau, Kab. Kapuas Hulu. Kamis (28/12/2023).

Dansatgas Pamtas Yonarmed 10/ Bradjamusti Mayor Arm Ady Kurniawan M.Han., mengatakan, penyeludupan barang ilegal di perbatasan marak melalui jalan – jalan tidak resmi, sehingga perlu ada langkah yang dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut salah satunya dengan menutup sejumlah jalan tikus.

“Penutupan jalan tikus salah satu jawaban kami dari maraknya penyeludupan narkoba dan barang – barang ilegal lainya,” ujarnya.

Dikatakan Dansatgas, penyelundupan barang ilegal jika tidak diatasi sangat merugikan negara juga masyarakat Indonesia itu sendiri terutama sektor perekonomian akan sulit untuk mandiri dan meningkat.

Dia berharap dengan penutupan jalan tikus itu dapat menekan aktivitas ilegal di perbatasan, sehingga tidak ada lagi perbuatan atau aktivitas ilegal dan tidak lagi menjadi ancaman kemandirian ekonomi masyarakat.

Sementara itu Dan SSK 2 Kapten Arm Panji Silvanus mengatakan, penutupan jalan tikus itu bukan untuk menyakiti masyarakat, namun mencegah agar tidak terjadi penyeludupan barang – barang ilegal.

“Penutupan jalan tikus ini dilakukan demi kebaikan dan kepentingan bersama,” katanya.

Penutupan jalan tikus ini dilakukan di di Desa Sei Mawang, Kecamatan Puring Kencana Kalbar. (Penkostrad).