Persiapkan Konfrensi Internasional hingga Rencana Membuka Sekolah Pariwisata Berstandar Internasional, Steve Mara Bertemu Perwakilan Swiss Education Group

Awal tahun 2024, Ketua Melanesian Youth Diplomacy Forum (MYDIF) Steve R. Mara melakukan kunjungan ke beberapa negara di Eropa.

Setelah mengunjungi Italy dan Perancis, Steve Mara melanjutkan perjalanannya menuju Swiss untuk melakukan pertemuan dengan perwakilan Swiss Education Group (SEG) di kota Brig, Swiss.

Dalam pertemuan tersebut, Mara menjelaskan perjalanannya diawal tahun 2024 yaitu untuk mempersiapkan beberapa rencana jangka pendek dan jangan panjang organisasi MYDIF.

Rencana jangka pendek yang direncakan oleh organisasi MYDIF adalah melakukan konferensi Internasional di Indonesia timur yang akan melibatkan pemuda dari negara-negara dengan ras Melanesia yaitu Indonesia, PNG, Fiji, Vanuatu, dan Solomon Island.

Konferensi tersebut akan berlangsung dengan thema utama yang akan diangkat adalah Tourism Sustainability and Climate Change.

Konfrensi ini akan sangat penting dilakukan mengingat negara-negara di wilayah pasifik adalah negara kepulauan yang memiliki industri pariwisata di wilayah laut dan ini akan terdampak langsung seiring dengan perubahan iklim dengan meningkatnya volume air laut akibat pemanasan global.

Mara menjelaskan bahwa, banyak pulau diwilayah pasifik akan tenggelam dalam beberapa tahun kedepan sehingga kita harus melakukan antisipasi awal dengan melihat lokasi pariwisata di daerah laut dan dampak terhadap kehidupan disana.

Hal itu menjadi alasan kuat kenapa kami datang ke Swiss dan meminta keterlibatan langsung SEG karena Swiss terkenal dengan memiliki sekolah terbaik pariwisata di dunia dan mereka pasti mampu membantu kami untuk melihat peluang dan tantangan dalam dunia pariwisata pada masa perubahan iklim saat ini khususnya di wilayah kepulauan pasifik.

Selanjutnya, rencana jangka panjang yang disampaikan Steve Mara adalah dirinya juga merencanakan pembentukan sekolah pariwisata internasional di dua negara di wilayah pasifik yaitu di Indonesia dan Vanuatu.

Rencana pembentukan sekolah pariwisata internasional tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama SEG dengan harapan sekolah tersebut akan berdiri dibawah supervisi langsung dari SEG.

Mara juga menjelaskan bahwa rencana pembentukan sekolah pariwisata berstandar internasional ini juga akan kami bawah ke forum internasional diwilayah negara-negara melanesia, kami akan kirim proposal ini juga kepada Melanesian Sperhead Group (MSG) Office agar mendapat perhatian untuk dibahas oleh pemimpin negara-negara Melanesia nantinya dalam KTT MSG.

Selain itu, perwakilan SEG yang adalah Program Manajer Jorge Arnanz juga menyambut baik rencana konferensi tersebut dan akan menyesuaikan waktu untuk keterlibatan mereka.

Jorge juga akan melaporkan kepada pimpinan SEG tentang rencana konferensi internasional dan pendirian sekolah pariwisata internasional, menurutnya ini rencana pemuda Melanesia yang baik, ini akan menjadi hebat jika dilaksanakan dan anak muda Melanesia bisa mendapatkan langsung pengetahuan tentang tourism sustainability, hospitality dan tourism management, dan culinary arts dari SEG yang memang memiliki standar tinggi dalam pengajaran.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan foto bersama dan pemberian cenderamata, Steve Mara memberikan lukisan burung Cenderawasih yang dilukiskan di kulit kayu, Majalah tentang Pembangunan Papua, serta bukunya yang berjudul Kita Semua Mau Hidup Damai. Selain itu, Steve Mara juga menerima sejumlah Cenderamata dari Swiss Education Group.