Pos Kotis Satgas Mobile Yonif 411 Kostrad Didatangi Mama-mama Papua

Kostrad394 Dilihat

Jakarta. Nduga – Pagi ini Kamis (18/1/2024), pukul 10.30 WIT, suasana didepan Pos Kotis Keneyam tampak seperti biasanya, lalu lalang masyarakat Kota Keneyam beraktifitas, baik ke kebun, pergi ke pasar, atau belanja kebutuhan di kios-kios.

Tidak lama, tiba-tiba ada sekitar 15 Mama-mama mendatangi Pos Kotis Keneyam, ternyata mereka semua mendapatkan undangan dari Dansatgas Mobile Yonif 411 Kostrad, Letkol Inf Subandi, S.E., M.I.P., beberapa waktu yang lalu untuk datang ke Pos Kotis.

Usut punya usut undangan itu disampaikan kepada Mama-mama Papua melalui Pasiter Satgas Mobile Yonif 411 Kostrad, Lettu Inf Sunariyo pada saat acara bagi-bagi selimut.

Masyarakat yang sudah berada di depan Pos Kotis Keneyam, tidak lama personil keluar membawa paket sembako yang berisi beras, minyak, kecap, dan mie instan, untuk diberikan kepada Mama-mama Papua yang merupakan hadiah atau wujud kepedulian Satgas Mobile Yonif 411 Kostrad, kepada para Mama-mama Papua pedagang sayuran dari Kampung Nonggolait, Distrik Keneyam.

Lettu Inf Sunariyo kepada Tim Penerangan Satgas Yonif 411 Kostrad menjelaskan, hari ini Mama-mama Papua datang ke Pos Kotis Keneyam untuk menerima bingkisan paket sembako dari Dansatgas Letkol Inf Subandi.

“Mama-mama yang sudah datang di depan pos, langsung kita berikan paket sembako, ini merupakan kepedulian Pasukan Pandawa Kostrad, mereka setiap pagi berjalan kaki dari kampungnya menuju ke pasar untuk menjual hasil buminya,” terang Pasiter.

Semoga sedikit bingkisan yang diberikan dapat bermanfaat dan semakin mempererat hubungan tali silaturahmi Satgas Mobile Yonif 411 Kostrad dengan masyarakat di daerah tugas.

Mama Artena Kelnea mengaku senang dengan kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh Satgas Mobile Yonif 411 Kostrad.

“Mama senang to, kita sering dapat paket sembako dari anak-anak pos Kostrad, biasa juga borong hasil kebun Mama, sekarang kita dapat paket Sembako dari Bapa Komandan, terima kasih, Tuhan balas kebaikan semuanya, hormat wa wa wa,” tutur Mama Artena. (Penkostrad).