Sebagai Orang Tua Asuh, Danramil 09/TB Kodim 0208/Asahan dan Babinsa Berikan Bantuan Kepada Anak Penderita Stunting

Korem 02212 Dilihat

Tanjung Balai  |  Apresiasi adanya kepedulian TNI dengan memberikan bantuan kepada warganya yang menderita Stunting dan berharap kepada pemerintah daerah agar ada perhatian khusus untuk warga yang mengalami Stunting. Dalam hal ini seperti yang dilakukan oleh Komandan Koramil (Danramil) 09/Tanjung Balai Kapten Kav Iskandar dan Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 09/TB jajaran Kodim 0208/Asahan turut serta melaksanakan kegiatan memberikan Bantuan kepada Anak Asuh yang terdampak Stunting di Wilayah Koramil 09/Tanjung Balai, Kamis (19/01/2023).

Adapun Anak Asuh yang terdampak Stunting yang diberikan batuan oleh Danramil dan Babinsanya tersebut antaralain, Aufa Athiyah Usia 2,5 Tahun anak dari Faisal Siregar bertempat di Jalan Setia Kelurahan Kuala Silo Bestari Kecamatan Tanjung Balai Utara Kota Tanjung Balai, selanjutnya Daiyan Abdul Fatah usia 3 Tahun anak dari Ahmad Yani bertempat di Jalan Pendidikan Kelurahan Kuala Silo Bestari Kecamatan Tanjung Balai Utara Kota Tanjung Balai.

Danramil 09/Tanjung Balai Kapten Kav Iskandar sebagai bapak asuh stunting ini di wilayah, menindaklanjuti perintah dari Bapak Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), secara door to door memberikan bantuan Sembako berupa bahan makanan bergizi, ini merupakan tantangan, sehingga harus dihadapi secara bersama-sama oleh pemerintah dan instansi terkait. Sesuai perintah Bapak KASAD, Saya sudah perintahkan tiap-tiap Babinsa jadi bapak asuh anak penderita Stunting di wilayahnya, tutup Danramil.

Pada pelaksanaan kegiatan memberikan Bantuan kepada Anak Asuh yang terdampak Stunting di Wilayah Koramil 09/Tanjung Balai tersebut turut serta dihadiri oleh, Kapten Kav Iskandar Danramil 09/TB, Serda Tohom Simarmata Babinsa Kelurahan Kuala Silo Bestari dan Bapak Zulfan Kepling-III Kelurahan Kuala Silo Bestari. Giat pemberian bantuan kepada anak yang terdampak Stunting terlaksana dalam keadaan aman dan penuh keakraban.