Sebelum Rumah Dibakar OTK,Junaidi Marpaung Pengurus PWI Labuhanbatu Sempat Diteror Melalui Medsos ” Gak Selamat Keluarga Kau”

RANTAUPRAPAT|
Sebelum rumah dan mobil Toyota Rush milik Junaidi Marpaung (46) dibakar orang tak dikenal (OTK),dirinya sempat diteror melalui media sosial (Medsos) dengan akun facebook .

Hal tersebut disampaikan Junaidi Marpaung kepada sejumlah awak media ,Kamis 21 Maret 2024.

Atas peristiwa menimpa pengurus PWU Kab Labuhanbatu tersebut seluruh isi rumah dan mobilnya habis dilalap sijago nerah di Lingkungan Talaksimin, Kelurahan Sirandorung. Kecamatan Rantau Utara,Kabupaten labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara.

Menurut pria yang aktif publikasikan kegiatan Kodim 0209/LB tersebut bahwa peristiwa sadis menimpa jurnalis Media Online Utamanews.com, diduga kuat dengan maraknya peredaran narkoba dan minyak ilegal.

“Rumah saya dibakar terkait investigasi peredaran narkoba marak kali di Kab Labuhanbatu dan aktivitas mafia minyak ilegal ,dan sebelum kejadian mendapat ancaman Via ponsel dan Medos juga ,”ujar Junnaidi.

Junaidi menerangkan bahwa apinya melalui mobil dulu hingga menyebar kerumah,sepertinya ada yang melakukan pelemparan kearah mobil aku ,kuat dugaan itu bom molotov,”ucap Junaidi.

Selanjutnya,setelah kami tersadar dengan adanya terdengar suara benturan keras di susul maraknya api dari mobil sontak menyambar ke rumah, seluruh keluarga mencoba keluar dari pintu rumah depan,namun setelah dibuka pintu itu tidak bisa. Pintu depan seperti diganjal dari luar , jadi kami keluar dari pintu samping rumah sehingga pihak keluargaku selamat tidak ada yang menjadi korban.,” ujar korban terlihat sorotan mata berkaca kaca sembari berharap .

Dirinya yakin serta mendukung kinerja pihak kepolisian Polres labuhanbatu dan Polda Sumut pastinya dapat mengungkap si pelaku OTK dengan cepat pastinya .

“Saya juga berterimakasih kepada Bapak Kadispenad Brigjen TNI Kristomie Sianturi,Danrem 022/PT dan Dandim 0209/LB serta Pj Bupati Labuhanbatu yang telah merespon musibah yang saya alami,”ungkap Junaidi.

Junaidi juga menjelaskan,dirinya mendapat ancaman bahwa kalau saya dan keluarga tidak akan selamat dan akan dikejar kemanapun, namun ancaman itu menggunakan Facebook yang menggunakan akun palsu.

“Masih investigasi,jalau beritanya belum ada,”sebut Junaidi yang juga anggota PWI Labuhanbatu.

Dari peristiwa sadis tersebut, sontak pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) terjun ke lokasi guna menganalisa penyebab terbakarnya rumah korban .

Daru hasil analisa Petugas PLN bahwa kejadian itu bermula bukanlah akibat dari arus pendek,sebab setelah dicek Kabel dan meteran di rumah korban Junaidi tidak ada ditemukan aliran dan meteran listrik yang rusak.

“Kita sudah cek,tidak ada ditemukan akibat arus listrik,”ucap Petugas PLN yang enggan menyebutkan namanya dipublikasikan.

Dari peristiwa sadis dialami korban tersebut, diperkirakan korban mengalami kerugian total ratusan juta rupiah.

Peristiwa sadis menimpa Junaidi Marpaung salah seorang anggota PWI Labuhanbatu menuai tanggapan serta dukungan dari Ketua PWI Sumut ,”Mengutuk Keras”.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara H.Farinda Putra Sinik,SE ketika diminta tanggapannya terkait peristiwa sadis dialami korban mengatakan.”mengutuk keras tindakan yang dilakukan orang tak dikenal (OTK) terhadap anggota PWI Labuhanbatu maupun keluarganya.

Kiranya, polisi agar cepat bertindak dan segera mengungkap otak pelaku pembakaran rumah anggota PWI yang diduga kuat untuk membungkam tugas dan profesi sebagai kontrol sosial Wartawan.

Dikatakannya,tindakan penghalangan maupun ancaman lainnya terhadap Wartawan apapun alasannya, tidak dapat dibenarkan.Sebab wartawan dalam menjalankan tugasnya, dilindungi oleh Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

“Kita mengutuk aksi yang dilakukan OTK terhadap wartawan maupun keluarganya dan untuk para jajaran PWI Labuhanbatu agar mengawal kasus ini hingga sampai tuntas dan kita yakin polisi dapat mengusut peristiwa ini hingga ke akarnya,’bilang Farianda.

Dijelaskan Farianda, Wartawan tidak boleh mengalami intimidasi dan kekerasan saat meliput suatu peristiwa dan lainnya. Sebaliknya bila ada keberatan dalam pemberitaan, dapat melakukan sanggahan, bukan melakukan intimidasi maupun teror dengan main hakim sendiri.

“Intimidasi kepada wartawan bertentangan dengan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). Wartawan memiliki hak untuk menjalankan tugas jurnalistik,”Jelas Sinik.

Ditegaskan Farianda kembali,PWI Sumut dan jajaran meminta kepada aparat penegak hukum, segera menangkap pelaku pembakaran rumah wartawan tersebut. Apalagi di dalam rumah tersebut, selain Junaidi dan istri anak-anaknya yang saat itu sedang tidur di kamar saat api membakar rumahnya.

“Ini bukan hal yang biasa, karena di tengah instruksi Presiden untuk membasmi premanisme, ada pula aksi premanisme terjadi. Untuk itu, kita sangat mengutuk perbuatan pelaku yang biadab tersebut. Kita juga meyakini jika perbuatan itu sudah direncanakan. Polisi harus menangkap dan menyeret aktor intelektual atau dalang yang ada di belakangnya,” terang Ketua PWI Sumut.

Teks Foto : Terlihat Mobil dan rumah milik junaidi marpaung Anggota PWI Labuhanbatu ludes menyisakan puing diduga Dibakar Orang Tak Dikenal OTK dilokasi.

( Dody SH / Idi Rambe)