Wajib Tahu, Ini Pesan Kapolsek Muntilan Saat Safari Kamtibmas

OKEBUNG | Kapolsek Muntilan AKP Abdul Muthohir melaksanakan safari kamtibmas dan Jumat curhat di Masjid Kyai Krapyak I Dusun Santren, Desa Gunungpring, Kecamaran Muntilan, Kabupaten Magelang pada Rabu (27/3/2024).

Kegiatan safari kamtibmas ini dibarengi sholat zuhur berjamaah bersama Kapolsek Muntilan AKP Abdul Muthohir, Kanit Binmas Polsek Muntilan Iptu Zaenal Arifin, Kanit Propam Aiptu Muslich, Bhabinkamtibmas Desa Gunungpring Aiptu Asmuji, Bhabinkamtibmas Desa Keji Aipda Ardiyanto, Bhabinkamtibmas Desa Congkrang Briptu Inggil Waseso.

Hadir pula Ketua Takmir Masjid Kyai Krapyak I H. Arifin, Imam Masjid Kyai Krapyak I Muhammad Isa, Jamaah Sholat Dhuhur Masyarakat Dsn. Santren sebanyak 50 orang ,Guru MTS Maarif 2 Muntilan, Siswa Siswi MTS Maarif 2 Muntilan sejumlah 76 laki-laki dan 68 perempuan.

Usai sholat berjamash, Kapolsek Muntilan mengungkapkan bahwa Safari Kamtibmas dan Jumat Curhat merupakan program Polri yang ditujukan untuk menampung keluhan masyarakat dan membantu penyelesaian permasalahan yang terjadi di masyarakat (Problem Solving).

Selain itu, Kapolsek juga mengungkapkan bahwa akhir-akhir ini sering terjadi gangguan Kamtibmas. Seperti, tawuran anak-anak berstatus pelajar dan dibawah umur. Salah satunya, di wilayah Desa Sokorini antara anak warga Semawe dengan anak warga Slokopan hal yang menjadikan keprihatinan bersama.

“Ada juga perang sarung di Wonosari Gunungpring, serta penemuan penjual obat mercon di Drojogan Adikarto,” kata AKP Muthohir.

Karena itulah, momentum Ramadhan ini, pihak Polsek Muntilan gencar melakukan sosialisasi melalui Safari Kamtibmas untuk mengedukasi masyarakat agar bukan Ramadhan ini tidak dinodai dengan kegiatan negatif. Apa lagi melakukan pelanggaran hukum dan harus fokus dalam beribadah.

“Kepada masyarakat agar tidak bermain petasan atau menyimpan bahan petasan yang dapat menyebabkan kerusakan serta dapat mengancam jiwa maupun menerbangkan balon udara yang dapat mengganggu lalu lintas udara,” pesan AKP Muthohir.

“Termasuk balon udara yang diisi petasan karena bisa merusak tempat tinggal warga dan lainnya,” timpal Kapolsek.

Ditegaskan Kapolsek, menyimpan bahan dan menyalakan merson (petasan) serta balon udara sesungguhnya bisa dipidana dengan Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun.

Kalolsek berharap, masyarakat bisa menjaga Harkamtibmas. Seperti tidak bermain mercon balon udara tadi. Juga tidak memakai knalpot brong atau yang tidak sesuai spesifikasi teknis karena menggangu ketentraman dan kenyamanan masyarakat.

Yang tidak kalah penting, Kapolsek meminta kepada segenap masyarakat maupun kaum muda-mudi untuk menghindari penyalahgunaan Narkoba dan jauhi minuman keras. Untuk diketahui, Polsek Muntilan menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan razia minuman keras. Warga dipersilakan menyampaikan ke polisi jika ada informasi keberadaan penjual Miras bisa melaporkan ke Polsek Muntilan melalui call center Polsek Muntilan.

Dalam acara ini, Kapolsek menerima masukan dan keluhan warga yang disampaikan oleh Wahdan Ula siswa kelas 3 MTS Maarif 2 Muntilan.

Salah satunya, jika tidak boleh menyalakan Petasan atau Mercon, apakah Kembang Api diperbolehkan di nyalakan?. Kapolsek menyampaikan bahwa Kembang Api dalam ukuran tertentu wajib ada ijin pihak Kepolisian.

Sementara itu, Laras Ulya, Siswi MTS 2 Muntilan menyampaikan, bahwa Jum’at Curhat banyak manfaat yang dirasakan. Karena masyarakat bisa menyampaikan permasalahan yang terjadi sehingga dapat dicarikan jalan keluarnya.

Lain lagi dengan Arifin, Takmir masjid menanyakan, jika Perang Sarung melanggar Pasal atau Undang-Undang apa?, Bagaimana jika pelaku perang sarung masih Anak dan bagaimana proses hukumnya.

Dijelaskan Kalolsek, Perang Sarung yang mengakibatkan adanya korban dapat dipidana Undang-Undang Anak yang melanggar tindak pidana kekerasan terhadap anak atau penganiayaan atau delik ketertiban umum yaitu di muka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang.

Dalam Perang Sarung apabila pelakunya ditemukan masih Anak, maka dapat dilakukan proses hukum dan umurnya sudah lebih dari 12 Tahun. Termasuk jika ada anakbmembawa senjata tajam juga bisa diproses hukum. (Muhiz)