Waspada Penyakit PMK Meyerang Ternak, Personel Jajaran Kodim 0208/Asahan Edukasi Lewat Komsos Dengan Masyarakat

Asahan | PMK pada ternak tidak bersifat zoonosis, artinya tidak dapat menular atau menginfeksi manusia, karenanya masyarakat tidak perlu panik dan khawatir dalam mengonsumsi daging dan susu, asal diolah atau dimasak dengan benar, maka aman, dalam hal ini seperti yang dilakukan oleh Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 13/Buntu Pane jajaran Kodim 0208/Asahan Serda M Sagala turun kewilayah desa binaan untuk melaskanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama dengan Bapak Subandi Peternak Sapi di Desa Sidomulyol dengan membicarakan perkembangan dan dampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), bersama dengan Sekdes Desa Sidomulyo Bapak Turiman, Kadus Dusun 6 Desa Sidomulyo Bapak Anwar Harahap dan Tokoh Masyarakat Desa Sidomulyo Bapak Suparno, kegiatan tersebut yang dilaksanakan bertempat di wilayah Sidomulyo tepatnya di Dusun 6 Desa Sidomulyo Kecamatan Tinggi Raja Kabupaten Asahan, Sabtu (10/09/2022).
Kegiatan Monitoring dan Edukasi kepada pemilik ternak tentang merebaknya penyakit PMK (penyakit mulut dan kuku), pada pelaksaaan kegiatan tersebut Babinsa Serda M Sagala mengungkapkan dari pengecekan didapati bahwa Bapak Subandi Peternak Sapi di Desa Sidomulyol yang kesemuanya dikandang tidak diangon, dalam perbincangan tersebut, Bapak Subandi berharap kepada Pemerintah agar respon terhadap para peternak dan dapat memberikan bantuan berupa Vaksinasi terhadap ternak-ternak yang ada khususnya di Dusun 6 Desa Sidomulyo Kecamatan Tinggi Raja.
Selanjutnya Babinsa Serda M Sagala memberikan edukasi tentang wabah Penyakit PMK pada hewan ternak dan untuk pencegahan menghimbau kepada pemilik ternak agar menjaga kebersihan kandang dan hewan ternak nya untuk menghindari merebaknya Penyakit PMK yg saat ini menyerang ternak dibeberapa daerah dan Bhabinkamtibmas menghimbau tidak perlu Panik dan menerangkan bahwa PMK tidak menular kepada manusia namun perlu hati-hati agar tidak menular kepada hewan lainnya sehingga tidak terjadi hal-hal yg tidak di inginkan, jika terjadi hal tdk di inginkan “ternaknya mati” agar tidak membuang bangkai ternak ke aliran sungai melainkan ditanam di lokasi yang aman, terang Babinsa Serda M Sagala.