Berbondong- bondong Masyarakat Dapatkan Pelayanan Medis DF-YBSI-RMI NU Jatim

Headline794 views

Baksos ke 73 di Ponpes Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Banyuwangi, 701 orang Dilayani

Banyuwangi – Melanjutkan program kegiatan kepedulian pada masyarakat khususnya Pondok pesantren tahun 2024, Djarum Foundation ( DF) bersama Yayasan Bangun Sehat Indonesiaku( YBSI) mendukung program baksos kesehatan RMI NU Jatim. Dengan melaksanakan kegiatan Pelayanan Medis Masyarakat berthema ” Baksos Peduli Ponpes Jatim 2024″ Ke 73, Djarum Foundation (DF) melalui program Djarum Sumbangsih Sosial berkolaborasi dengan YBSI (Yayasan Bangun Sehat Indonesiaku) dan RMI NU Jawa Timur ( Sabtu, 6 Juli 2024 ).
Sebanyak 701 orang peserta gratismendapat layanan medis. Terdiri dari pasien umum 382 orang, 216 Santri dan pasien gigi 103 orang. Pasien terdiri dari masyarakat umum, serta santriwan dan santriwati yang mengikuti kegiatan pelayanan medis gratis bagi masyarakat di sekitar yang digelar di Ponpes Salafiyah Syafiiyah. Sabtu, (06/07/2024)

Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafiiyah KH Zainal Arifin Hakim ( Gus Arifin ), didampingi KH Muhammad Badruddin ( Gus Uut) , mengapresiasi kegiatan yang digelar di pondoknya.

”Terima kasih atas perhatian yang diberikan berbagai pihak kepada kami. Mari kita manfaatkan kesempatan yang baik ini untuk memeriksa kesehatan warga masyarakat sekitar ponpes bersama para kiai, ustadz, ustadzah, pengurus pondok, dan para santri.,” tutur KH. Zainal Arifin Hakim dalam sambutannya .

Pimpinan Ponpes Gus Uut Muhammad Badruddin mengapresiasi dukungan Djarum Foundation ( DF) , RMI NU Jatim dan YBSI serta para relawan santri Ponpes Salafiyah Safiiyah Sukorejo Banyuwangi.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sesepuh Ponpes KH Nurhariri, Kades Sukorejo Kec Bangorejo Sugito dan Kepala Puskesmas Sukorejo dr Firdaus.

Kepala Puskesmas dr Firdaus , menyambut baik kegiatan baksos di wilayah kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi ini. ” Ponpes Salafiyah Safiiyah ada diwilayah kerja Puskesmas Bangorejo , sehingga sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjalin kolaborasi dengan pihak ekternal untuk menguatkan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya di wilayah kerja Puskesmas Bangorejo “,demikian kata dr. Firdaus demikian akrab dipanggil.

Sedangkan Founder YBSI Dr.dr. Hisnindarsyah Sp KL subspKT(K), SE M.Kes MH, C.FEM, FISQua, FRSPH yang juga mewakili Ketua RMI NU Jatim KH. Iffatul Lathoif yang akrab disapa Gus Thoif menyatakan bahwa Program pelayanan medis masyarakat ini merupakan upaya kolaborasi antara YBSI, RMI NU Jatim dan Djarum Sumbangsih Sosial yang berfokus pada upaya peningkatan eksistensi Peran serta Pondok Pesantren dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat khususnya di sekitar pesantren.

‘Pelayanan Medis ini sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat sekitar pondok pesantren, termasuk para santri, pengurus, dan pengasuh pondok pesantren,” ujar Founder YBSI Dr. dr. Hisnindarsyah, yang juga Korbid Kesehatan RMI NU Jatim.
Dr dr Hisnindarsyah , mengatakan pada kegiatan kali ini selain pemeriksaan kesehatan umum dan pemeriksaan gigi terdapat pemeriksaan spesialis THT, dan pemeriksaan Laboratorium sederhana serta pembagian obat gratis.

Pada kegiatan ini paling banyak ditemukan warga menderita penyakit darah tinggi, kolesterol dan diabet. Sedangkan untuk para santri banyak ditemukan mengalani penyakit kulit dan masalah pada gigi. Selain kuratif juga memberikan edukasi (preventif) sehingga nantinya warga dapat mencegah terjadinya penyakit tersebut.
“Dalam pelayanan medis ini kami melibatkan sebanyak 33 orang tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter spesialis THT, dokter umum, dokter gigi, dokter muda ( DM) perawat umum,perawat gigi, asisten apoteker dan relawan YBSI. Kami akan mengubah idiom yang salah, yang selama ini melekat di pondok pesantren, bahwa santri itu terkena penyakit kulit, panuan, kudisan. Di era sekarang ini justru kami bertekad menciptakan santri yang ganteng, santri keren, yakni santri bersih dan sehat,” tegas Hisnindarsyah.

Sementara itu Ketua YBSI Hj. Virly Mavitasari. SE. menambahkan bahwa penyakit yang umum diderita santri dan lingkungan ponpes adalah penyakit kulit seperti dermatitis dan scabies, juga infeksi saluran pernafasan (ispa).
Sedangkan pada masyarakat umum, didapatkan penyakit hipertensi dan osteoartritis atau radang sendi.

”Adapun solusi pencegahan adalah peningkatan kesadaran pola hidup sehat seperti kebersihan serta pola makan termasuk pola hidup sehat,” demikian penjelasan Virly

H. Legowo Kadri selaku perwakilan Djarum Foundation, bersama Yudha Ardiwinata didampingi – DSO Banyuwangi Luqman Hakim dan Mochammad Aries Sofyan Perwakilan PT. Djarum dalam kegiatan Baksos tersebut.

Haji Legowo Kadri dan Yudha Ardiwinata menyampaikan puji syukur kehadirat Allah SWT kegiatan pemberian pelayanan medis Ponpes Jatim ke 73 untuk masyarakat di sekitar ponpes dapat berjalan dengan lancar berkat dukungan semua pihak. Harapannya, semoga dapat memberi manfaat bagi ponpes dan masyarakat.

Pelayanan Medis Masyrakat merupakan kegiatan rutin yang dilakukan melalui program Djarum Sumbangsih Sosial.Sejak tahun 2014, kegiatan ini telah melayani pemeriksaan medis lebih dari 70.000warga masyarakat di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
(HSD/SUBUH/YBSI)

[